Beranda / tangkasbet.web.id / DPR Soroti Minimnya Unsur Sipil di Komisi Reformasi Polri

DPR Soroti Minimnya Unsur Sipil di Komisi Reformasi Polri


Gelar pasukan dalam upacara HUT ke-79 Bhayangkara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.(MI/Usman Iskandar)

Anggota Komisi III DPR Muhammad Nasir Djamil menyayangkan minimnya unsur masyarakat sipil dalam Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Padahal itu dinilai akan menjadi nilai tambah dari gagasan positif tersebut. 

“Komisi ini diharapkan bisa membantu Presiden untuk menyesuaikan Polri dalam arsitektur negara. Sebab, harus kita akui bahwa fungsi-fungsi yang diemban Polri merupakan representasi fungsi negara. Sayangnya, Komisi ini tidak ada perwakilan dari masyarakat sipil. Padahal setelah reformasi, Polri menjadi insitusi noncombatan alias sipil,” kata dia saat dihubungi, hari ini.

Setelah reformasi, lanjut Nasir, Polri menjadi institusi sipil yang seharusnya berjalan seiring dengan prinsip-prinsip demokrasi. Dia menilai, jika ada perwakilan masyarakat sipil dalam komisi itu, diharapkan ada second opinion terkait percepatan reformasi di tubuh kepolisian. 

Politisi PKS itu juga menegaskan, komisi tersebut bersifat adhoc, bukan lembaga permanen. Karena itu, Presiden disarankan membatasi masa kerja komite agar hasilnya fokus dan terukur. “Apakah enam bulan atau dua belas bulan sejak dilantik, yang penting mereka bekerja cepat dan tepat,” ujarnya.

Nasir menjelaskan, reformasi Polri sebagaimana diamanatkan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian mencakup tiga aspek utama, yaitu struktural, instrumental, dan kultural. Komisi, menurutnya, perlu menilai sejauh mana ketiga aspek itu telah berjalan efektif.

“Komisi perlu menilai apakah ketiga aspek itu sudah berdaya guna dan berhasil guna? Mengapa reformasi Polri berjalan lambat? Apa saja hambatannya?” kata Nasir.

Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan kesejahteraan anggota Polri di level bawah, yang kerap luput dari pembahasan reformasi.

Terkait keterlibatan Kapolri dalam komite, Nasir menilai hal itu tidak menimbulkan masalah karena sifat kerja tim lebih pada evaluasi dan percepatan, bukan pengawasan. Namun, ia menekankan perlunya lembaga pengawas yang setara terhadap Polri agar kekuasaan kepolisian tetap terkontrol. 

“Dalam negara demokrasi, kekuasaan Polri harus dibatasi dan diawasi agar sejalan dengan tujuan pembangunan nasional,” ujar Nasir. 

Ia bahkan mengusulkan agar ke depan Kompolnas memiliki dasar hukum yang lebih kuat dalam bentuk undang-undang, dan bisa disatukan dengan lembaga lain seperti Komisi Kejaksaan (Komjak) dan Komisi Yudisial (KY) dalam satu payung hukum yang komprehensif. (Mir/P-1)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • daftar slot gacor bonus new member
  • zeus gacor malam ini
  • mahjong ways 3 gampang jp
  • mahjong ways 2 pola gacor
  • cara menang slot mahjong ways
  • game slot gacor yang scatter hitam
  • olx707 deposit qris
  • olx707 slot gacor
  • olx707 mudah menang
  • link daftar olx707 terbaru
  • bocoran pola gacor hari ini
  • gates of olympus x500
  • link bandar toto
  • olx707 link resmi
  • link slot hari ini
  • link situs bandar gacor
  • olx707 link resmi 2026
  • olx707 login daftar 2026
  • slot hari ini
  • link bandar slot
  • olx707 link resmi kami
  • daftar slot gacor
  • link Slot Mudah Maxwin